Gelar OktoBerkreasi, Kemenekraf Targetkan Perputaran Ekonomi Rp 50 Miliar
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) baru saja menggelar OktoBerkreasi untuk memperingati Hari Ekonomi Kreatif Nasional, yang jatuh setiap 24 Oktober.
Acara ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelaku industri kreatif yang kini menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.
OktoBerkreasi, Puncak Perayaan Ekonomi Kreatif Nasional
Dalam acara puncak yang digelar di Lippo Mall Nusantara, Jakarta (24/10), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan pentingnya menjadikan momentum ini sebagai gerakan nasional, bukan hanya seremonial di ibu kota.
“Tanggal 24 Oktober merupakan Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Kalau kita ngomongin nasional, berarti harus dirayakan di seluruh Indonesia, bukan berpusat di Jakarta,” ujar Irene.
Menurut Irene, OktoBerkreasi hadir untuk menegaskan bahwa industri kreatif telah tumbuh di berbagai daerah, dari kota besar hingga pelosok Nusantara.
Sinergi Kemenekraf, Gekraf, dan Komunitas Kreatif
Kemenekraf menggandeng berbagai pihak seperti Gekraf (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional), DPR/MPR, komunitas, dan sektor swasta dalam penyelenggaraan acara ini.
Beragam kegiatan turut dihadirkan, mulai dari pertunjukan musik, pameran produk UMKM, hingga aktivitas interaktif bagi pengunjung.
Irene menargetkan, perputaran ekonomi dari kegiatan ini bisa mencapai Rp 50 miliar sepanjang bulan Oktober.
“Diharapkan di bulan Oktober ini, perputaran ekonomi dari sektor kreatif minimal Rp 50 miliar. Semoga targetnya bisa tercapai,” ujarnya optimistis.
Pekan Belanja Produk Ekonomi Kreatif Hadir di 20 Wilayah
Untuk memperluas dampak acara, Kemenekraf dan Gekraf juga meluncurkan Pekan Belanja Produk Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang berlangsung pada 24–31 Oktober 2025 melalui situs ekonomikreatif.id.
Ketua Komite Herkafnas, Rezza Artha, mengungkapkan bahwa lebih dari 2.000 jenama ditargetkan ikut serta dalam pekan belanja ini.
“Saat ini sudah ada 500 jenama yang bergabung dari target 2.000 jenama,” kata Rezza.
Ratusan jenama tersebut tersebar di 20 wilayah Indonesia, dan diharapkan mampu mencatat transaksi senilai Rp 50 miliar selama periode kegiatan.
Program Undian dan Transaksi Digital QRIS
Menariknya, konsumen yang membeli produk kreatif dengan nilai minimal Rp 30 ribu berkesempatan mengikuti program undian berhadiah.
“Mereka tetap berjualan di toko masing-masing, memajang X banner, dan di sana ada petunjuk untuk mengikuti program undian,” jelas Rezza.
Setiap transaksi menggunakan QRIS akan otomatis mendapatkan nomor transaksi yang bisa ditukar dengan e-coupon undian.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong literasi digital dan memperluas transaksi non-tunai di kalangan pelaku industri kreatif.
Dorongan Nyata untuk Ekonomi Kreatif Nasional
Dengan target perputaran ekonomi hingga Rp 50 miliar dan partisipasi ribuan jenama, OktoBerkreasi menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kreatif Indonesia terus berkembang pesat.
Acara ini juga menjadi pengingat bahwa kreativitas, kolaborasi, dan digitalisasi adalah kunci utama dalam memperkuat fondasi ekonomi masa depan Indonesia.















