pelitaidigital.com – Siapa yang tak kenal bandeng, ikan air payau yang terkenal gurih namun punya satu tantangan besar — durinya yang banyak! Biasanya, banyak orang enggan menikmati ikan ini karena repot memisahkan tulangnya. Namun, di Semarang, ada inovasi kuliner yang mengubah segalanya: bandeng presto, olahan khas yang membuat duri bandeng menjadi lunak dan bisa dimakan tanpa rasa khawatir.
Dari Ikan Berduri Jadi Kuliner Legendaris
Bandeng presto pertama kali diperkenalkan di Semarang pada tahun 1970-an. Nama “presto” berasal dari teknik memasak menggunakan panci bertekanan tinggi (pressure cooker). Proses ini membuat duri ikan bandeng melunak sempurna tanpa mengurangi cita rasa dagingnya.
Hasilnya? Bandeng yang lembut, gurih, dan aman dinikmati bahkan oleh anak-anak. Makanan ini pun cepat populer sebagai oleh-oleh khas Semarang yang selalu diburu wisatawan.
Rahasia Kelezatan Bandeng Presto
Kunci utama kelezatan bandeng presto terletak pada bahan dan cara memasaknya. Ikan bandeng segar dibumbui dengan campuran bawang putih, kunyit, dan garam, lalu dibungkus daun pisang. Setelah itu, ikan dimasak dengan uap bertekanan tinggi selama beberapa jam hingga durinya benar-benar lunak.
Proses presto inilah yang membuat bandeng yang awalnya berduri tajam berubah jadi empuk dan aman disantap sepenuhnya. Biasanya, bandeng presto juga digoreng sebentar sebelum disajikan agar teksturnya semakin renyah di luar namun tetap lembut di dalam.
Oleh-Oleh Wajib Saat ke Semarang
Saat berkunjung ke Semarang, jangan lewatkan kesempatan untuk membawa bandeng presto sebagai oleh-oleh. Beberapa merek populer seperti Bandeng Juwana Elrina dan Bandeng Duri Lunak Bonafide sudah menjadi ikon kuliner kota ini. Produk mereka dikemas dengan rapi, awet, dan mudah dibawa pulang ke berbagai daerah.
Selain bandeng presto, kini juga banyak variasi olahan bandeng seperti otak-otak bandeng, abon bandeng, dan bandeng bakar presto yang tak kalah menggugah selera.
Tips Menikmati Bandeng Presto
- Simpan di lemari pendingin agar awet hingga beberapa hari.
- Panaskan dengan cara digoreng ringan atau dikukus agar rasa dan tekstur tetap optimal.
- Sajikan dengan sambal dan nasi hangat untuk cita rasa maksimal.
📌 Baca Juga : Wisata Gunung Bromo: Pesona Alam Ikonik di Jawa Timur















